Apa Penyebab Gigi Kelinci?

Apakah Anda merasa percaya diri saat tersenyum? Gigi hadir dalam banyak bentuk dan ukuran, dan tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya. Beberapa orang merasa gigi mereka terlalu besar saat tersenyum, mirip gigi kelinci. Ketika gigi seseorang berukuran dua kali lebih besar dibandingkan dengan gigi normal pada umumnya, mereka memiliki sebuah kondisi yang disebut dengan istilah macrodontia. Macrodontia pada gigi permanen dianggap memengaruhi kurang dari 1,9 persen orang di seluruh dunia.

Orang-orang dengan gigi kelinci, atau macrodontia, memiliki satu atau dua gigi yang sangat besar. Terkadang dua gigi tumbuh bersama dan membentuk sebuah gigi yang ekstra besar. Dalam kasus lain, satu buah gigi dapat tumbuh besar secara tidak normal. Ada banyak penyebab kondisi gigi kelinci ini, seperti faktor genetik, ras, lingkungan, dan masalah hormon. Uniknya, laki-laki dan mereka yang berdarah Asia memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita gigi kelinci dibandingkan dengan perempuan atau orang-orang dari ras lain.

Jenis-jenis macrodentia

Gigi kelinci dapat disebbakan oleh berbagai macam kondisi dan jarang muncul tanpa adanya penyebab genetik atau sistemik. Dokter gigi biasanya akan membagi gigi kelinci ke dalam 3 kategori, yaitu:

  • Macrodontia terisolasi. Dalam kasus ini, hanya satu gigi yang tumbuh lebih besar dibandingkan dengan gigi lain. Jurnal Praktik Gigi Kontemporer melaporkan bahwa bentuk macrodontia terisolasi sangat jarang ditemukan dan biasanya menyerang laki-laki dibanding wanita. Penyebab genetik tertentu dan lingkungan meningkatkan risiko gigi kelinci jenis ini.
  • Macrodontia umum benar. Bentuk ini terjadi ketika semua gigi pasien tumbuh lebih besar dibandingkan dengan gigi normal. Jenis ini biasanya terjadi akibat gangguan langka yang disebut pituitary gigantisme.
  • Macrodontia umum relatif. Jenis ini terjadi ketika seseorang memiliki rahang yang lebih kecil dibandingkan dengan rahang normal dan gigi yang lebih besar. Gigi akan tampak lebih besar akibat rahang yang kecil.

Penyebab gigi kelinci

Menurut para ahli, tidak ada penyebab pasti kondisi gigi kelinci. Alih-alih, beberapa faktor-faktor yang berbeda dapat meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki kondisi ini, seperti:

  • Genetk dan kondisi genetik lain

Genetik memegang peran yang besar menjadi penyebab gigi kelinci atau macrodontia. Menurut para peneliti, mutasi genetik yang mengatur pertumbuhan gigi dapat membuat gigi untuk tumbuh bersama. Mutasi ini juga dapat membuat gigi untuk terus tumbuh tanpa dapat berhenti di waktu yang tepat. Hal ini menyebabkan gigi untuk tumbuh lebih besar dibandingkan dengan gigi normal pada umumnya. Selain itu, beberapa kondisi gangguan genetik lain yang dapat menyebabkan macrodontia adalah diabetes yang resisten terhadap insulin, sindrom otodental, sindrom KBG, sindrom XYY, sindrom Rabson-Mendenhall, hemifacial hyperplasia, dan sindrom Ekman-Westborg-Julin.

  • Jenis kelamin dan ras

Menurut para ahli, laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita macrodontia atau gigi kelinci dibandingkan dengan perempuan. Selain itu, para peneliti juga telah meneliti bahwa mereka yang berdarah Asia, Indian (Amerika asli), dan Alaska rentan menderita macrodontia dibandingkan dengan orang-orang keturunan lain.

  • Gangguan hormon

Beberapa kondisi genetik yang dapat menyebabkan macrodontia juga dihubungkan dengan ketidakseimbangan hormon. Masalah hormon ini, misalnya yang berhubungan dengan kelenjar di bawah otak, dapat menyebabkan pertumbuhan dan ukuran gigi yang tidak teratur.

Meskipun tidak berbahaya dan jarang menyebabkan komplikasi kesehatan tertentu, gigi kelinci yang disebabkan karena macrodontia dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Hubungi dokter gigi untuk mendapatkan rekomendasi perawatan gigi kelinci yang tepat untuk kondisi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *