Beberapa Hal yang Harus Diketahui Terkait Morning Sickness

Saat memasuki masa kehamilan, hal paling umum yang dialami seorang wanita adalah mual-mual. Rasanya, apa pun yang ada di dalam perut ingin sekali dimuntahkan keluar. Beragam jenis makanan dan minuman terkadang amat mungkin merangsang rasa itu timbul dan menyebabkan tubuh Anda lemas tak berdaya. Kondisi tersebut adalah yang disebut dengan morning sickness.

Beberapa literatur mengungkapkan bahwa morning sickness hanya dialami oleh sekitar  70 persen wanita hamil. Sementara 30 persen sisanya cenderung menjalani masa kehamilan dengan tenang. Artinya, kehamilannya tak diisi dengan keluhan mual, muntah dan sakit kepala.

Sesuai dengan namanya, morning sickness kerap timbul pada pagi hari. Kendati dalam beberapa kasus kondisi ini bisa terjadi kapan saja. Pada tahap normal, morning sickness tidak akan membahayakan Anda dan janin yang tengah Anda kandung. Namun, pada tahap tertentu morning sickness bisa berekskalasi menjadi berbahaya dengan timbulnya masalah kesehatan lain.

Untuk itu, ada kiranya beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait morning sickness ini. Apa saja? Berikut di antaranya:

  • Kapan Morning sickness Muncul dan Hilang?

Hampir sebagian besar wanita hamil mengalami morning sickness. Diduga, kondisi ini terjadi akibat meningkatnya hormon kehamilan yang dilepaskan oleh plasenta selama tiga bulan pertama (trimester awal) kehamilan. Biasanya, morning sickness akan mulai muncul pada usia 6 minggu atau bulan kedua kehamilan. Namun, angka itu bukanlah patokan. Sebab, kondisi ini bisa jadi berbeda pada tiap wanita hamil.

Pada sebagian besar wanita, morning sickness akan hilang setelah usia 12 minggu kehamilan atau setelah trimester pertama berakhir. Akan tetapi, pada beberapa wanita, morning sickness bisa terjadi sampai usia 20 minggu kehamilan, bahkan ada yang mengalaminya sepanjang masa kehamilan.

Sementara itu, beberapa wanita tidak akan mengalami mual di pagi hari sampai pada akhir trimester pertama kehamilan mereka. Anda yang mengalami morning sickness pada kehamilan pertama tidak menjadi jaminan bahwa pada kehamilan berikutnya Anda akan mengalami gejala yang persis sama seperti pada kehamilan pertama.

Setiap kehamilan memengaruhi wanita dengan cara yang berbeda-beda, sehingga jika pada kehamilan pertama Anda merasakan mual pada awal-awal kehamilan maka pada kehamilan berikutnya mungkin saja Anda tidak mengalaminya sama sekali.  

  • “Kendalikan” Morning sickness dengan Pola Konsumsi Makanan

Mual dan muntah pada pagi hari akan berpengaruh terhadap nasib Anda sehari penuh. Anda harus tetap mengonsumsi sesuatu agar kuat menjalani hari. Oleh karenanya Anda harus pintar-pintar memilih menu sarapan. Seorang ahli gizi menyarankan kepada ibu hamil dengan morning sicknees supaya mengonsumsi sumber karbohidrat yang mengandung cairan rendah, seperti roti bakar.

Konsumsi “makanan basah” atau yang banyak mengandung cairan berpotensi merangsang ibu hamil untuk memuntahkannya kembali. Di sini, cara minum pun tak boleh sembarangan. Sebaiknya, beri jarak minum minimal tiap dua jam sekali. Karena dalam keadaan mual, dorongan air bisa memancing Anda untuk muntah. Selain itu, untuk segala minuman cobalah hindari pengguaan gula karena rasa manis bisa merangsang produk asam lambung. Itulah yang menyebabkan mual. Sedangkan konsumsi air jahe justru disarankan karena bisa membantu meredakan mual.

Sementara itu untuk makan siang, Anda disarankan menghindari makanan berkuah dan berlemak. Anda bisa memakan sedikit nasi dengan tambahan lauk yang aman, seperti tempe bacem, misalnya.

Lauk yang dimasak melalui proses penggorengan ada baiknya dihindari terlebih dahulu. Pasalnya, mereka bisa memicu Anda semakin mual.

Disarankan juga ibu hamil mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit, tetapi dengan insensitas yang sering. Untuk buah, disarankan pilih yang tidak terlalu banyak mengandung air. Salak dan pisang bisa jadi pilihan karena tidak mengandung banyak air.

  • Kiat Sukses Atasi Morning Sickness
  • Banyak Minum Air: Perbanyaklah minum air putih agar tubuh tetap  terhidrasi. Namun, harus hat-hati. Seperti yang telah disebutkan di atas, minumlah air sedikit demi sedikit agara mual dan muntah tidak semakin menjadi.
  • Hindari Aroma Menyengat: Aroma yang tajam akan membuat penciuman semakin sensitif dan memicu rasa mual. Akhirnya Anda mungkin akan semakin mual dan berakhir dengan muntah.
  • Cukup Istirahat: Pastikan tubuh mendapat cukup istirahat saat mengalami hal ini. Jika rasa mual menyerang saat sedang tidur, jangan langsung bangun. Angkatlah badan secara perlahan sehingga mabuk yang dialami tidak semakin parah.

Kurang lebih itulah beberapa hal yang harus diketahui terkait morning sickness. Pastikan Anda mengingatnya agar dapat melewati masa ini dengan baik dan aman. Pasalnya, tiada kebahagiaan lain selain melihat ibu dan bayi sehat dan selamat sepanjang proses kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *