Berapa Lama Pembekuan Embrio Dapat Dilakukan?

Kehamilan merupakan hal yang sangat dinantikan para pasangan yang telah menikah. Bahkan tidak sedikit pasangan yang menikah karena ingin memiliki anak ataupun keturunan. Bagi pasangan yang siap untuk memiliki anak, hamil setelah menikah merupakan suatu kebahagiaan yang tidak ternilai oleh apapun.

pembekuan embrio

Namun, tidak semua pasangan bisa mendapatkan buah hati secepat yang mereka inginkan. Sebaliknya pada beberapa pasangan ada pula yang ingin menunda memiliki anak, misalnya saja ingin mengejar karir terlebih dahulu. Jadi mereka menunda untuk hamil dan pembekuan embrio bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

Pembekuan embrio adalah sebuah proses pembekuan dan penyimpanan embrio, di mana hal ini merupakan salah satu bagian dari program fertilisasi in vitro. Jadi, pada proses fertilisasi akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma yang kemudian akan mulai membelah menjadi embrio.

Jadi, setelah embrio dibekukan mereka akan ditempatkan dalam penyimpanan jangka panjang. Ketika suatu saat nanti telah diputuskan untuk menggunakan embrio tersebut, maka mereka (embrio) akan diambil dari penyimpanan, dicairkan dam siap untuk dipindahkan.

Alasan Pembekuan Embrio

Banyak alasan dan berbagai faktor dilakukannya pembekuan embrio. Diantaranya sebagai berikut:

Menunda kehamilan, hal ini paling sering menjadi faktor dilakukannya pembekuan embrio, terlebih pada pasangan baru menikah. Beberapa diantara mereka ingin fokus pada karir terlebih dahulu, sehingga menunda kehamilan. Dalam hal ini, biasanya para wanita akan membekukan telur mereka, sehingga mereka dapat menggunakannya dikemudian hari.

Pasalnya, seiring bertambahnya usia seorang wanita akan memiliki kualitas dan kuantitas yang menurun. Terutama ketika mereka memasuki usia 35 tahun. Selain itu, embrio yang telah dibekukan mengandung sel telur yang masih muda, sehingga risiko komplikasi kehamilan menjadi lebih kecil.

Perawatan medis, hal ini biasanya dilakukan karena seorang wanita akan melakukan perawatan medis seperti kemoterapi. Jadi, pasangan tersebut dapat menyelamatkan embrio mereka terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan tersebut, karena kemoterapi dapat mempengaruhi kesuburan.

Amankah Pembekuan Embrio?

Proses pembekuan embrio dimulai dengan pemilihan embrio yang berkualitas tinggi. Hal ini bertujuan untuk membuat embrio tersebut bertahan lebih baik selama proses pembekuan dan ketika saatnya tiba atau ingin digunakan masih dalam keadaan baik.

Jadi, jika ditanya aman atau tidak, tentu proses pembekuan embrio ini sangat aman dan benar-benar dipilih embrio dengan kualitas terbaik. Jadi tingkat keberhasilan pada embekuan embrio sangat tinggi.

Berapa Lama Embrio dapat bertahan?

Tingkat keberhasilan untuk kehamilan setelah embrio dicairkan hampir sama dengan kualitas embrio segar atau yang baru. Penyimpanan atau pembekuan embrio yang diperpanjang dalam waktu yang lama tidak akan mempengaruhi viabilitas embrio itu sendiri. Jadi, embrio yang telah dicairkan setelah beberapa bulan sama layaknya dengan embrio yang telah dibekukan selama beberapa tahun.

Selain itu, sampai saat ini belum ada laporan tentang cacat lahir pada anak yang lahir dengan embrio yang telah dibekukan dalamjangka waktu yang lama. Sejauh yang diketahui oleh para media, embrio yang dibekukan dapat tetap hidup tanpa batas waktu tertentu.

Waktu pembekuan embrio manusia terpanjang disimpan sekitar 30 tahun. Tetapi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa embrio yang telah dibekukan dapat disimpan tanpa batas waktu tertentu.

Sebelum dibekukan, biasanya telah terjadi pembuahan pada embrio baru lalu disimpan sampai batas waktu yang telah diinginkan. Ada pula proses pembekuan telur atau oosit sebelum terjadinya pembuahan.

Efek Samping Pembekuan Embrio

Meski begitu, pembekuan pun memiliki efek samping pada tubuh, meski tidak semua wanita mengalaminya. Namun ,beberapa hal berikut terjadi pada prosedur pembekuan embrio.

  • Perut terasa kram dan begah
  • Terjadi pendarahan
  • Perubahan pola dan warna keputihan
  • Infeksi
  • Overstimulasi indung telur

Jadi, pembekuan embrio adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menunda kehamilan dan faktor lain, paling penting hal tersebut aman untuk dilakukan jika mengikuti prosedur medis dengan benar. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *