Berbagai Cara Mencegah Anak Merokok

Anak dan rokok adalah kombinasi yang buruk. Statistik menunjukkan 90% perokok dewasa memulai merokok saat masih muda. Setiap harinya di Amerika Serikat, setidaknya 3.200 anak di bawah usia 18 tahun sudah menghisap rokok pertama mereka.

Banyak alasan mengapa anak-anak mulai merokok, baik untuk sekedar bergaya, terlihat lebih dewasa, berbaur dalam pergaulan, menurunkan berat badan, atau agar terlihat sangar. Beberapa juga merasa lebih independen dengan cara merokok. Ada pula yang sudah terbiasa dengan pemandangan ini, sehingga normal saja bagi mereka untuk merokok di usia muda.

Cara mencegah anak merokok adalah dengan memulai dialog tentang tembakau ini. Dimulai pada usia 5 atau 6 tahun, lalu terus dilanjuti hingga anak menginjak usia sekolah tingkat atas. Banyak anak yang sudah memulai merokok di usia 11 tahun dan kecanduan pada usia 14 tahun. Tidak pernah terlalu awal untuk membahas bahaya rokok jika ada kesempatan, seperti saat menuju sekolah atau sehabis makan malam keluarga.

Orangtua harus aktif menerapkan berbagai cara mencegah anak merokok, salah satunya dengan memaparkan bahaya rokok. Merokok dapat mengakibatkan kanker, penyakit jantung, dan masalah paru-paru. Efek jangka pendek seperti batuk dan iritasi tenggorokan juga bisa berbahaya, serta secara jangka panjang dapat mengakibatkan naiknya detak jantung, tekanan darah, bronkitis, dan emphysema (penyakit kronis paru-paru).

Cara terbaik untuk mencegah anak merokok adalah:

  • Dorong anak untuk aktif dalam kegiatan anti-rokok, misalnya olahraga.
  • Terus ingatkan bahaya merokok, termasuk mengabarkan jika ada relasi atau kerabat yang meninggal akibat merokok.
  • Tanyakan kepada anak, apa yang menarik atau membuat mereka menolak merokok.
  • Diskusikan cara-cara menghindari tekanan sosial atau ajakan merokok dari teman.
  • Cari tahu teman anak yang merokok. Jika teman-teman anak tidak menghargai alasannya untuk tidak merokok, sarankan anak untuk tidak bergaul dengan mereka.
  • Buat peraturan ketat tentang larangan merokok.
  • Jika orangtua masih merokok, segera hentikan untuk memberi contoh baik.
  • Jika Anda masih lanjut merokok, beritahu anak bahwa Anda bersalah karena merokok dan akan berusaha mengubah tabiat buruk ini.
  • Jangan merokok di depan anak-anak, menawarkan rokok, dan meninggalkan puntung rokok yang bisa dijangkau mereka.

Jika Anda curiga anak merokok, seperti bau rokok pada baju, batuk-batuk, iritasi tenggorokan, suara serak, nafas berbau, performa fisik yang menurun, sering flu, noda pada gigi dan pakaian, dan kesulitan bernafas, jangan langsung bereaksi secara keras kepada mereka. Sebaiknya, tanyakan kepada anak supaya Anda tidak sembarangan menuduh. Jika anak bereksperimen sesekali, coba maklumi namun tetap gunakan tips dalam cara mencegah anak merokok di atas untuk meminimalisir kemungkinan anak menjadi perokok aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *