Hati-hati Diare Akibat Antibiotik, Berikut Cara Mengobatinya

Obat dikonsumsi untuk mengatasi gangguan kesehatan yang dialami oleh pasien. Namun, ada kalanya ketika obat justru memberikan efek samping yang menimbulkan masalah kesehatan baru, seperti diare akibat antibiotik.

Mengapa diare akibat antibiotik dapat terjadi?

Jika mendengar tentang istilah diare, mungkin Anda familier dengan gangguan kesehatan yang menyebabkan seseorang buang air besar secara intens. Biasanya, diare disebabkan oleh keracunan makanan, infeksi bakteri atau parasit, hingga virus.

Kondisi diare akibat antibiotik ini tidak jauh berbeda dengan diare pada umumnya. Kondisi ini ditandai dengan aktivitas buang air besar (BAB) yang memiliki tekstur cenderung lembek hingga cair sebanyak 3x atau lebih dalam sehari. Penyebabnya, antara lain setelah mengonsumsi obat antibiotik.

Diare dapat menjadi efek samping konsumsi antibiotik yang biasanya muncul sekitar 4 hingga 9 hari setelah Anda mengonsumsinya. Walaupun kebanyakan kasus diare akibat antibiotik tergolong ringan dan tidak membutuhkan penanganan khusus, Anda tidak disarankan untuk menghentikan konsumsi antibiotik tanpa konsultasi dengan dokter. Anda juga perlu berkonsultasi mengenai kondisi diare akibat antibiotik ini.

Dalam kondisi normal, dalam usus manusia terdapat banyak bakteri, termasuk bakteri baik dan juga bakteri penyebab penyakit. Ketika Anda mengonsumsi antibiotik, maka bakteri baik akan turut mati. Di satu sisi, bakteri jahat, seperti Clostridium difficile jumlahnya akan meningkat dan mampu merusak dinding saluran cerna, sehingga memicu diare akibat antibiotik.

Apa yang menjadi penyebab diare akibat antibiotik?

Diare akibat antibiotik timbul akibat efek samping mengonsumsi antibiotik. Hingga saat ini, para ahli juga belum dapat menyimpulkan kondisi penyebabnya secara pasti.

Sejauh ini, diyakini bahwa obat antibiotik dapat mengganggu keseimbangan antara bakteri jahat dan baik pada saluran pencernaan manusia, sehingga menimbulkan diare. Beberapa jenis obat antibiotik yang berisiko tinggi memicu diare, antara lain:

  • Antibiotik jenis cephalosporin: cefdinir dan cefpodoxime
  • Antibiotik jenis penisilin: amoksisilin dan ampisilin

Di samping itu, beberapa jenis antibiotik, seperti fluoroquinolone, cephalosporin, penisilin, dan klindamisin, sering kali dikaitkan dengan infeksi bakteri Clostridium difficile.

Bagaimana cara mengobati diare akibat antibiotik?

Penanganan dan pengobatan diare akibat antibiotik tergantung pada tingkat keseriusan kondisi pasien. Adapun cara mengobati diare akibat antibiotik:

  • Pengobatan kondisi diare ringan

Kondisi pasien akan pulih dengan sendirinya dalam beberapa setelah konsumsi antibiotik dihentikan. Dalam beberapa kasus, dokter akan menyarankan pasien untuk menghentikan konsumsi antibiotik hingga diare benar-benar berhenti.

  • Pengobatan diare akibat bakteri Clostridium difficile

Bagi pasien yang mengalami diare akibat infeksi bakteri Clostridium difficile, dokter akan menyarankan agar konsumsi antibiotik dihentikan dan memberikan alternatif jenis antibiotik lain yang dapat membunuh bakteri ini. Dokter juga akan meminta pasien untuk menghentikan konsumsi obat mag.

Jika kondisi kembali kambuh, maka pasien perlu mendapatkan pengobatan lebih lanjut. Pasalnya, diare yang terus-terusan terjadi dapat memicu kondisi dehidrasi yang dapat menyebabkan tubuh lemah, lemas, rasa haus berlebih, bahkan dalam kondisi tertentu dapat membahayakan nyawa pasien, terutama bayi dan anak-anak.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika kondisi diare juga tidak kunjung berhenti. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh penanganan dan pengobatan yang tepat, sehingga dapat pulih lebih cepat.

Beberapa hal yang perlu Anda disiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter, yaitu:

  • Mencatat semua gejala yang dialami
  • Mencatat riwayat kesehatan pribadi
  • Mencatat semua jenis obat dan suplemen yang pernah atau sedang dikonsumsi
  • Mencatat pertanyaan yang akan diajukan ketika berkonsultasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *