Hati-hati Efek Samping Metformin, Obat Untuk Diabetes

Efek samping metformin dapat beragam, mulai dari yang ringan hingga yang sifatnya serius

Metformin adalah sebuah obat yang diresepkan untuk merawat penyakit diabetes tipe 2. Obat ini masuk ke dalam kelas obat-obatan yang disebut dengan biguanides. Orang-orang yang menderita diabetes tipe 2 memiliki kadar gula darah (glukosa) yang naik lebih tinggi dibandingkan dengan biasanya. Metformin tidak menyembuhkan diabetes, namun hanya membantu menurunkan kadar gula darah ke angka yang lebih aman. Metformin perlu diminum dalam jangka panjang. Hal ini, tentunya, menimbulkan kekhawatiran akan efek samping metformin terhadap kondisi tubuh. Artikel ini akan membahas efek samping apa saja yang bisa didapatkan akibat mengonsumsi metformin. 

Efek samping metformin

Metformin dapat menyebabkan beberapa jenis efek samping yang umum terjadi. Efek samping metformin ini dapat terjadi saat Anda pertama kali minum metformin, namun biasanya akan hilang atau mereda setelah beberapa saat. Beberapa efek samping tersebut di antaranya adalah maag, sakit perut, mual atau muntah, perut kembung, gas, diare, konstipasi, turunnya berat badan, pusing, dan rasa logam tidak enak di mulut. Mual, muntah, dan diare merupakan efek samping metformin paling sering dijumpai, terutama pada orang-orang yang baru pertama kali mengonsumsi metformin. Anda bisa mengurangi efek samping metformin ini dengan meminum obat bersama makanan. Selain itu, untuk membantu mengurangi risiko diare parah, dokter akan meresepkan metformin dalam dosis yang rendah terlebih dahulu, untuk kemudian ditingkatkan secara perlahan. Metformin juga terkadang digunakan untuk mencegah diabetes pada wanita yang menderita penyakit ovarium polikistik (PCOS), dengan efek samping yang sama pada penggunaan untuk penyakit lain. Beberapa efek samping metformin serius di antaranya adalah:

  • Anemia

Metformin dapat mengurangi kadar vitamin B12 di dalam tubuh. Dalam kasus-kasus langka, hal ini dapat menyebabkan anemia, atau kekurangan sel darah merah. Apabila Anda tidak mendapatkan vitamin B12 atau kalsium yang cukup dari diet, Anda akan memiliki risiko yang lebih tinggi kekurangan vitamin B12. Kadar vitamin B12 dalam tubuh dapat meningkat apabila Anda berhenti mengonsumsi metformin atau mulai minum suplemen vitamin B12. Namun, jangan pernah berhenti mengonsumsi metformin sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter. Beberapa gejala anemia yang perlu diwaspadai adalah badan terasa lelah, pusing, dan kepala terasa ringan. Apabila curiga Anda memiliki anemia, konsultasi dengan dokter agar kadar sel darah merah Anda dapat diperiksa. 

  • Hipoglikemia

Apabila hanya mengonsumsi metformin saja, obat ini tidak akan menyebabkan hipoglikemia atau rendahnya gula darah. Namun, dalam kasus-kasus yang langka, Anda dapat memiliki hipoglikemia apabila Anda mengombinasikan metformin dengan diet yang buruk, olahraga yang keras, asupan alkohol berlebih, dan penggunaan obat-obatan diabetes lainnya. Hubungi dokter apabila Anda menunjukkan gejala-gejala hipoglikemia seperti kelemahan, kelelahan, mual dan muntah, sakit perut, pusing, kepala terasa ringan, dan detak jantung yang cepat atau lambat secara tidak normal. 

  • Asidosis laktat

Efek samping metformin yang paling serius, namun jarang dijumpai, adalah asidosis laktat. Bahkan, kemasan metformin memberikan peringatan akan risiko efek samping satu ini. Asidosis laktat dapat terjadi akibat penumpukan metformin di dalam tubuh. Kondisi ini merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dan harus dirawat sesegera mungkin di rumah sakit. Gejala-gejala asidosis laktat yang perlu diwaspadai tubuh terasa lelah, mual dan muntah, kesulitan bernapas, kedinginan, sakit otot, detak jantung cepat atau lambat, dan turunnya nafsu makan. 

Bicarakan dengan dokter apabila Anda khawatir tentang efek samping metformin jika dokter meresepkannya. Tanyakan beberapa pertanyaan mengenai efek samping apa saja yang perlu diwaspadai, apakah Anda memiliki risiko tinggi menderita asidosis laktat, dan apakah ada obat lain yang dapat diminum yang memiliki lebih sedikit efek samping.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *