Komplikasi Penyakit kerena Amebiasis

Salah satu jenis penyakit yang ada di lingkungan dengan iklim tropis, seperti Indonesia, adalah amebiasis. Penyakit tersebut umumnya terjadi karena adanya infeksi yang disebabkan oleh parasit entamoeba histolytica atau bisa disebut dengan E. histolytica.

Penyakit ini terbilang tidak bisa dipandang remeh karena bisa menyebabkan berbagai penyakit komplikasi lain pada tubuh penderita. Beberapa penyakit yang dimaksud adalah anemia atau pendarahan usus.

Komplikasi tersebut bisa terjadi bagi mereka yang mengidap radang usus besar. Selanjutnya, amebiasis juga bisa menimbulkan komplikasi pada usus besar, dalam hal ini adalah penghambatan.Kondisi tersebut bisa saja terjadi karena adanya gumpalan pada jaringan dinding usus. 

Berikutnya, bisa juga membuat komplikasi berupa infeksi pada organ yang terjangkit. Lebih berisiko lagi, bisa terjadi pada otak dan pusat sistem saraf.

Komplikasi lain akibat amebiasis adalah dengan terjadinya pembentukan abses di dalam organ tubuh, seperti hati. Kondisi itu bisa dialami apabila pasien sudah lama terjangkit parasit. 

Kemudian, abses pada rongga hati juga bisa terjadi jika penderita juga sudah mengalaminya bertahun-tahun. Terakhir, penyakit ini juga bisa membawa pada kematian.

Oleh sebab itu, pembaca sekalian diharapkan tidak menganggap remeh penyakit ini. Hal itu diperkuat karena penularannya sendiri terbilang mudah. 

Amebiasis, bisa menginfeksi di antara kita jika mengkonsumsi air yang tidak bersih. Selain itu, apabila kita makan makanan yang sudah terkontaminasi serangga, juga berisiko terkena penyakit tersebut.

Terlepas dari itu, jika lingkungan tempat kita tinggal terbilang kotor dan saluran airnya tidak bersih, maka hal itu bisa juga meningkatkan risiko tertular penyakit amebiasis. Karenanya, selalu menjaga kebersihan memang perlu dilakukan agar kita dan keluarga terhindar dari penyakit tersebut.

Kendati memiliki risiko yang parah apabila sudah mengidap amebiasis, penyakit ini masih bisa diobati. Biasanya, dokter memberikan penanganan dengan memberikan obat-obatan kepada pasien.

Obatnya sendiri beraneka ragam. Beberapa di antaranya adalah obat antibiotik yang tujuannya adalah membunuh bakteri yang ada di dalam hati atau organ tubuh lainnya yang muncul karena penyakit tersebut. Selain itu, tenaga medis juga menyarankan agar pasien juga mengkonsumsi obat antiparasit.

Dalam tindakan medis, selain hal yang sudah disebutkan di atas, dokter bisa saja memberikan obat untuk mengatasi mual atau sekedar meredakan gejala yang membuat pasien mual bahkan muntah. 

Selanjutnya, karena penyakit amebiasis ini bisa menyebabkan diare, maka mengkonsumsi obat dalam bentuk cairan juga bisa direkomendasikan oleh dokter.

Pasalnya, cairan tersebut bertujuan untuk menggantikan cairan dalam tubuh yang mungkin saja sudah hilang karena pasien mengalami diare. Kendati demikian, apabila penderita amebiasis sudah parah kondisinya, perawatan intensif di rumah sakit bisa menjadi pilihan.

Dalam tahap ini, tenaga medis memberikan infus sebagai penanganannya. Selain itu, mengambil tindakan operasi bisa saja dilakukan apabila abses pada hati atau pada usus sudah pecah. Kondisi tersebut bisa dikatakan kondisi pasien sudah cukup berat.

Itulah penjelasan mengenai pengobatan yang bisa dilakukan apabila di antara pembaca ada yang menderita amebiasis. Sekalipun bisa berujung pada kematian, anda masih bisa tertolong apabila tidak menganggap remeh penyakit tersebut ketika sudah mengalami gejala-gejalanya.

Di sisi lain, dari artikel ini paling tidak kita tahu bahwa amebiasis bisa memicu komplikasi penyakit lainnya. Sehingga, ketika di antara pembaca ada yang mengalami gejala-gejala penyakit tersebut, lekasnya pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Terakhir, daripada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, lebih baik kita melakukan pencegahan. Minimal, dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Jangan lupa juga selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir sebelum dan sesudah makan sebagai upaya mencegah terkena amebiasis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *