Memberikan Madu Untuk Anak, Apakah Sudah Pasti Aman?

Khasiat madu untuk anak, antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan batuk dan pilek, dan menjaga kesehatan pencernaan.

Khasiat dari madu rasanya sudah tidak diragukan lagi. Terdapat ragam manfaat madu bagi kesehatan, termasuk bagi kesehatan anak. Rasa madu yang manis juga membuat anak-anak menggemarinya. Karena aneka manfaat yang dikandungnya, apakah memberikan madu untuk anak sudah pasti aman?

Madu tidak selalu aman bagi si buah hati

Ternyata, terlepas dari aneka manfaat yang dimilikinya, pemberian madu untuk anak tidak dapat dilakukan sembarangan. Jika ingin memberikan madu kepada anak Anda, sebaiknya hanya dilakukan jika putra atau putri Anda sudah berusia lebih dari satu tahun. Mengapa demikian?

Pasalnya, madu merupakan jenis produk yang cukup sering terkontaminasi oleh bakteri Clostridium botulinum. Saat masuk ke dalam pencernaan, bakteri ini dapat berubah menjadi jenis bakteri lain yang menghasilkan neurotoxin, di mana paling sering menyerang bayi. 

Gangguan kesehatan yang timbul disebut botulisme. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri tersebut tergolong sangat berbahaya, dapat menyerang sistem saraf otak serta sumsum tulang belakang. Akibatnya, dapat menimbulkan kelumpuhan bahkan kematian. 

Umumnya, gejala botulisme akan muncul 6-10 hari setelah infeksi awal. Namun, botulisme pada bayi dapat muncul hanya dalam 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. 

Tanda awal yang muncul, bayi akan mengalami penurunan nafsu makan, sembelit, kelemahan otot, kelelahan, tangisannya menjadi lemah, bentuk ototnya berkurang, serta kesulitan menghisap puting ibu. Beberapa bayi juga menunjukkan kesulitan bernapas dan mengalami kejang. 

Balita di bawah usia enam bulan paling rentan mengalami botulisme. Oleh sebab itu, pemberian madu untuk anak sebaiknya diberikan setelah usia satu tahun ke atas. 

Pada usia satu tahun ke atas, sistem pencernaan dan kekebalan tubuh anak sudah jauh lebih berkembang. Sehingga risiko terinfeksi bakteri clostridium sudah dapat teratasi. 

Khasiat madu untuk anak

Risiko terjadinya botulisme tidak mengurangi beragam khasiat yang dapat diberikan oleh madu. Lagi pula, setelah berusia satu tahun, orang tua dapat dengan tenang memberikan madu untuk anak. 

Kandungan nutrien yang sangat kaya di dalam madu, membuat pemberian madu untuk anak sangat baik bagi kesehatannya. Di dalam madu, terdapat mineral, enzim, vitamin B, vitamin C, asam amino, serta ragam antioksidan. 

Oleh karenanya, madu berkhasiat bagi kesehatan anak, antara lain:

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kandungan vitamin C di dalam madu membantu untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak. Selain itu, antioksidan yang terkandung di dalam madu berperan dalam mengatasi pengaruh buruk dari radikal bebas. 

2. Meredakan batuk dan pilek

Batuk dan pilek merupakan masalah kesehatan yang lazim sekali muncul pada anak-anak. Memberikan madu untuk anak dipercaya dapat mengatasi masalah batuk dan pilek, maupun masalah terkait saluran pernapasan lainnya, seperti masalah radang tenggorokan. 

Konon khasiat madu dalam meringankan batuk pada anak-anak hampir serupa dengan kemampuan berbagai obat batuk. Anak-anak yang diberikan 1,5-2 sendok teh madu sebelum tidur, terbukti dapat tidur lebih nyenyak karena batuk yang dideritanya membaik. 

3. Menjaga kesehatan pencernaan

Di dalam madu, terdapat prebiotik alami yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam pencernaan. Kandungan prebiotik ini sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan buah hati Anda. Madu juga dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan si kecil. 

Karena prebiotik yang dikandungnya, madu dapat meredakan masalah sembelit serta nyeri perut yang dialami oleh anak. 

Madu telah terbukti berkhasiat bagi kesehatan anak. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian madu untuk anak hanyalah usia anak. Demi terhindarnya buah hati  dari botulisme, berikanlah madu saat anak sudah berusia satu tahun ke atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *