Mengenal Withdrawal Syndrome Alias Gejala Putus Obat

Withdrawal syndrome atau disebut juga gejala putus obat merupakan kombinasi efek sifik dan mental ketika seseorang mengurangi atau berhenti mengkonsumsi zat tertentu. Zat yang dimaksud bisa berupa alkohol atau obat-obatan terlarang.

Kondisi ini bisa juga disebut putus obat. Gejala yang muncul beragam dan mengganggu penderita. Bahkan ada yang membahayakan. Oleh karenanya sebelum benar-benar berhenti mengkonsumsi zat tertentu, perlu adanya konsultasi dengan dokter untuk menghindari efek dari gejala putus obat ini.

Penyebab Withdrawal Syndrome Bisa Terjadi

Tubuh akan terus berusaha untuk mempertahankan homeostatis atau kondisi tubuh terus seimbang agar berfungsi secara normal. Oleh karena itulah, ketika tubuh menerima zat tertentu yang dapat mengubah keseimbangan ini, maka secara otomatis tubuh akan bereaksi untuk menjadikannya tetap seimbang.

Adanya konsumsi zat adiktif atau alkohol ini membuat pengguna akan merubah cara memproses emosi dan suasana hati, Zat ini mendorong pjumlah produksi hormon dopamin dan serotonin sehingga akan muncul rasa bebas, senang, dan terbang (fly).

Secara rutin mengkonsumsi zat adiktif ini akan membuat tubuh menjadi toleran dan menimbulkan ketergantungan. Hanya saja, ketika tubuh menjadi toleransi, maka butuh dosis yang lebih tinggi lagi untuk mendapatkan efek serupa seperti pertama kali mengkonsumsinya. Di sisi lain, tubuh juga menjadi ketergantungan pada zat tersebut demi menghindari munculnya withdrawal syndrome atau gejala putus obat ini.

Nah, saat tubuh tiba-tiba tidak mendapat asupan zat adiktif ini, maka keseimbangan tubuh terganggu dan akan muncul berbagai gejala withdrawal syndrome, bisa berupa fisik atau mental.

Gejala yang akan dirasakan ketika mengalami putus obat akan berlawanan dengan efek penggunaan zat itu sendiri. Misalnya, jika Anda merasa tenang ketika mengkonsumsi zat adiktif, maka berhenti mengkonsumsinya akan membuat Anda menjadi gelisah serta merasa gemetar dan hal lainnya.

Ciri-ciri Withdrawal Syndrome Berdasarkan Jenis Zatnya

Gejala withdrawal syndrome bisa terjadi karena beberapa zat tertentu, tidak hanya alkohol. Di antaranya:

  1. Heroin

Gejala dari withdrawal syndrome akibat heroin mirip seperti flu. Biasanya bertahan hingga 5-7 hari dan munculnya pada 12 jam sejak penderita memutuskan berhenti memakai heroin.

  • Alkohol

Pecandu yang memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi alkohol biasanya akan mengalami gejala tremor hingga kejang yang bertahan hingga tiga hari hingga beberapa minggu. Biasanya, gejala ini muncul setelah 8 jam atau beberapa hari sejak memutuskan berhenti konsumsi alkohol.

  • Opioid atau Morfin

Gejala withdrawal syndrome yang muncul akibat berhenti mengkonsumsi opioid muncul setelah 8-24 jam semenjak penggunaan terakhir. Gejala yang muncul berupa produksi air mata berlebih, hidung berair, otot terasa nyeri, dan meriang yang biasanya bertahan antara 5-10 hari.

  • Benzodiazepine

Gejala putus obat benzodiazepine ini biasanya muncul dalam 1-4 hari setekah berhenti memakai benzodizepine. Gejala ini bertahan beberapa minggu hingga dalam hitungan bulan.

  • Kokain

Gejala putus obat kokain bisa berupa depresi dan merasa gelisah yang biasanya bertahan hingga 7-10 hari. Gejala akan mulai muncul sejak beberapa jam setelah penggunaan terakhir.

Gejala Umum Withdrawal Syndrome

TIngkat keparahan gejala withdrawal syndrome dan durasi dari gejala ini sebenarnya beragam, tergantung dari efek zat yang digunakan. Namun, secara umum, ada 6 hal yang memengaruhi gejala putus obat ini, yaitu:

  • Dosis obat
  • Durasi penggunaan zat atau obat terlarang
  • Cara penderita penggunaan zat adiktif, misalnya disuntik, diisap, ditelan, atau dihirup
  • Jenis zat adiktif yang digunakan
  • Riwayat kesehatan pribadi
  • Riwayat kesehatan keluarga

Gejala umum yang dialami oleh penderita withdrawal syndrome adalah:

  • Mual dan muntah
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Mengalami perubahan nafsu makan
  • Adanya perubahan suasana hati (mood)
  • Mudah merasa lelah dan terasa nyeri otot
  • Mengalami kesulitan tidur
  • Tubuh gemetaran
  • Merasa gelisah
  • Tubuh kejang
  • Linglung dan tidak berpikir jernih
  • Menimbulkan halusinasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *