Penelitian Terbaru: Obat Glukosamin Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ketika mendengar obat glukosamin, pikiran Anda mungkin langsung tertuju kepada kesehatan tulang dan sendi. Suplemen glukosamin diekstrak dari kerang dan hewan laut bercangkang. Senyawa ini memang menjadi primadona untuk mencegah osteoporosis dan radang sendi.

obat glukosamin

Disamping manfaatnya untuk tulang dan sendi, sebuah penelitian menemukan suatu hal yang menarik. Mengonsumsi obat glukosamin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

Apa kata penelitian?

Penelitian yang diterbitkan di jurnal BMJ pada tahun 2019 mendapatkan hasil bahwa orang yang rutin mengonsumsi obat glukosamin memiliki risiko rendah terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penelitian tersebut melibatkan hampir setengah juta orang sehat usia 40-69 tahun, yang tidak memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Sebelum memulai penelitian, partisipan diminta mengisi kuesioner mengenai usia, jenis kelamin, gaya hidup, berat badan, pola makan, riwayat medis, dan riwayat penggunaan obat-obatan.

Kebanyakan partisipan yang mengikuti penelitian ini berjenis kelamin wanita, berusia di atas 40 tahun, memiliki gaya hidup sehat dan aktif, tidak merokok, sekaligus juga mengonsumsi suplemen lain.

Penelitian dilakukan pada tahun 2016 hingga tahun 2016. Pemberian suplemen dan segala hal yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular pada partisipan direkam. 

Selama masa tindak lanjut, hanya 2% pengguna glukosamin terkena serangan jantung atau stroke, 0,2% lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak menerima obat glukosamin. Hal ini membuktikan penggunaan glukosamin menurunkan risiko penyakit kardiovaskular 15% lebih rendah. 

Untuk kasus kematian, sekitar 0,5% pengguna glukosamin meninggal akibat serangan jantung atau stroke, dan 0,7% non-pengguna glukosamin meninggal akibat penyakit kardiovaskular. 

Setelah memperhitungkan faktor lainnya, penggunaan glukosamin menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 22%.

Cara kerja glukosamin terhadap kesehatan jantung

Hingga saat ini, peneliti masih ragu mengenai mekanisme glukosamin terhadap kesehatan jantung. Liu Qi, profesor yang memimpin penelitian, meyakini bahwa glukosamin memiliki sifat anti-inflamasi.

Inflamasi atau peradangan berlebih menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung dan stroke. 

Teori lain yang ia sampaikan adalah glukosamin mampu meniru efek biologis dari rendah karbohidrat yang berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung. Qi dan rekan penelitinya menggunakan hasil studi hewan pada tahun 2014 sebagai landasan.

Dalam penelitian tersebut, pemberian glukosamin dapat memperpanjang masa hidup tikus yang sudah tua. 

Namun menurut Qi dan rekan-rekannya, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas dan mekanisme obat glukosamin dalam melindungi jantung. 

Dosis obat glukosamin yang disarankan

Pada dasarnya, glukosamin adalah senyawa alami yang diproduksi di dalam tubuh. Suplementasi glukosamin diperlukan untuk membantu memperkuat tulang dan sendi.

Umumnya, dosis obat glukosamin yang aman adalah 300-500 mg tiga kali sehari, dengan total dosis 1.500 mg per hari. Ada beberapa jenis glukosamin, namun glukosamin sulfat adalah pilihan yang terbaik.

Selain dikonsumsi secara tunggal, obat glukosamin juga dapat dikombinasikan dengan obat lain seperti kondroitin. Namun, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengombinasikan kedua obat tersebut.

Efek samping dan kontraindikasi

Konsumsi obat glukosamin dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan sakit perut. Ibu hamil dan menyusui, serta orang yang alergi dengan kerang tidak disarankan mengonsumsi glukosamin.

Jika Anda hendak mengonsumsi obat glukosamin, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

Catatan

Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk menilai efektivitas obat glukosamin dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Dibandingkan dengan mengonsumsi obat glukosamin, ada cara lain yang jauh lebih efektif untuk menurunkan risiko serangan jantung.

Akan jauh lebih baik jika Anda berkonsentrasi dalam menjalani gaya hidup sehat. Tidak merokok, olahraga teratur, dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *