Pertimbangkan Ini Sebelum Lakukan Transfer Lemak Untuk Payudara!

Memiliki tubuh yang ideal adalah impian semua orang, khususnya perempuan. Setiap wanita punya kriterianya sendiri terhadap tubuh ideal. Salah satu indikator tubuh ideal bagi sebagian wanita adalah memiliki payudara yang kencang dan berisi. Sayangnya, tidak semua wanita bisa memiliki bentuk payudara seperti ini, sebab hal tersebut dipengaruhi juga oleh faktor genetik dan gaya hidup. Selain implan, salah satu alternatif medis yang ditawarkan untuk membuat payudara lebih berisi adalah dengan cara transfer lemak. Seperti apa sih metode transfer lemak untuk payudara ini? Apakah efek sampingnya berbahaya? Yuk, simak selengkapnya di sini!

Apa itu transfer lemak?

Lemak adalah salah satu zat gizi yang tidak larut air dan berperan sebagai cadangan energi selain karbohidrat dan protein. Lemak seringkali diidentikkan dengan kegemukan. Pasalnya, orang-orang yang memiliki status gizi overweight atau obesitas cenderung mengalami kelebihan simpanan lemak di tubuhnya. Kini, Anda bisa menyalurkan kelebihan lemak untuk organ-organ tubuh yang ingin diperbaiki tampilannya, salah satunya adalah payudara. Seorang dokter yang bernama Neuber (1983) pertama kali melakukan transfer lemak, yaitu suatu teknik pencangkokan lemak untuk memperbaiki bagian tubuh yang mengalami cacat atau defek, seperti bagian wajah, payudara, tangan, kaki, panggul, dan bokong.

Bagaimana prosedur transfer lemak untuk payudara?

Sebelum adanya teknik transfer lemak, perbaikan bentuk payudara dilakukan dengan metode implan yang dimasukkan ke dalam payudara melalui tindakan operasi.  Namun, dengan adanya transfer lemak, Anda dapat memiliki alternatif lain untuk memperbaiki bentuk atau ukuran payudara. Menurut Dr. Agus, prosedur transfer lemak dilakukan dengan cara mengambil lemak dari bagian tubuh tertentu, dilanjutkan dengan pemisahan lemak dari cairan dan darah yang terbawa saat pengambilan lemak. Proses pengambilan lemak sendiri dilakukan dengan cara liposuction manual ataupun dengan alat, seperti ultrasound lipo atau laser lipo.

Lemak yang sudah diambil dan dipisahkan dari cairan dan darah, ditambahkan dengan growth factor, agar persentase sel-sel lemak yang dapat hidup mencapai 80-90%. Setelah itu, lemak dimasukkan ke bagian payudara dengan cara disuntikkan. Apakah ada batasan jumlah lemak yang bisa ditransfer? Idealnya, lemak yang disuntikkan tidak lebih dari 200 cc. Prosedur ini dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan jumlah lemak yang ingin ditransfer ke payudara.

Bagian tubuh mana saja yang lemaknya boleh diambil untuk transfer lemak?

Umumnya, lemak bisa diperoleh dari semua bagian tubuh. Namun, dokter biasanya akan mengambil lemak yang ada di bagian perut bawah, paha, ataupun pinggang, karena area tubuh tersebut paling banyak menyimpan lemak. Selain untuk memperbaiki bentuk payudara, bagian-bagian tubuh yang diambil lemaknya tersebut juga dapat berkurang lemaknya, sehingga membantu mencapai berat badan yang ideal.

Apakah ada efek sampingnya melakukan transfer lemak?

Berbeda dengan metode implan payudara, transfer lemak tidak menimbulkan reaksi alergi karena lemak berasal dari tubuh pasien sendiri. Bekas luka yang dihasilkan pun tidak sebesar implan silikon yang bisa mencapai 4-5 cm. Anda mungkin akan mengalami nyeri, lebam, dan bengkak di area tubuh yang mendapatkan suntikan, tapi akan hilang dalam waktu beberapa hari atau minggu pasca operasi.

Beberapa  bulan pertama, tubuh Anda akan menyerap lemak sebanyak 35% dulu, sisanya akan stay di tempat. Oleh sebab itu, untuk hasil yang maksimal, biasanya pasien akan mendapatkan perawatan 2-3 kali dalam waktu 6 bulan. Hal ini harus Anda pertimbangkan juga sebelum melakukan transfer lemak untuk payudara. Tertarik mencoba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *