Posesif Jadi Salah Satu Tanda Gangguan Kepribadian Ambang

Ambang merupakan salah satu kondisi gangguan kepribadian yang membuat perubahan pada cara pikir seseorang tentang dirinya sendiri dan orang lain. Gangguan ini menyebabkan penderitanya sulit mengelola emosi dan perilaku, sehingga terjadi pola hubungan yang tidak stabil.

Penderita gangguan kepribadian ambang yang tengah berada dalam sebuah hubungan biasanya akan membuat mereka amat takut kehilangan. Sering kali ketakutan itu ditunjukkan dengan kemarahan yang meledak-ledak hingga perubahan suasana hati secara drastis.

  • Apa Itu Posesif ?

Secara sederhana, posesif dalam hubungan dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana salah satu pihak rasa ingin memiliki yang tinggi terhadap pasangan. Rasa ini biasanya lebih dari cemburu dan bisa mengarah pada hal yang negatif. Posesif bisa dimulai dari melarang–larang pasangan, memata–matai pasangan secara diam-diam, bahkan mengancam untuk melukai dirinya sendiri atau pasangannya jika sang kekasih tidak mengikuti keinginannya. Intinya, mereka merasa sang kekasih sudah menjadi miliknya seutuhnya.

  • Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Beberapa perilaku yang ditunjukkan orang posesif hampir identik dengan gejala atau tanda-tanda seorang penderita kepribadian ambang. Dari situlah disimpulkan bahwa sifat posesif dan gangguan kepribadian ambang memiliki irisan satu sama lain. Adapun ciri-cirinya seperti:

  • Suasana hati yang tidak stabil

Kondisi ini biasanya bertahan selama beberapa jam. Biasanya penyebab dari suasana hati yang tidak stabil ini disebabkan keinginannya tidak terpenuhi atau ekspetasinya tidak sesuai realita. Misalnya sang kekasih sibuk sehingga tidak sempat untuk menemaninya untuk sekadar jalan–jalan atau sekadar menemaninya makan. Kondisi itu memicu kemarahan lantaran mereka merasa tidak mendapat atensi dari pasangannya.

  • Gangguan pola pikir dan persepsi

Seperti tiba-tiba ada pemikiran bahwa dirinya buruk dan menganggap dirinya tidak cocok dengan pasangannya. Dengan adanya anggapan merasa lebih buruk daripada pasangannya, ia akan dihantui rasa takut akan diabaikan atau ditinggalkan, sehingga ia bisa saja melakukan hal yang di luar akal untuk menunjukkan ke pasangan bahwa ia tidak mau ditinggalkan.

  • Tindakan ceroboh atau implusif

Perilaku ini cenderung dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.. Biasanya penderita melakukan ini hanya sebagai gertakan saja untuk mengancam pasangan agar ia tidak diabaikan atau ditinggalkan, tetapi tetap ada kemungkinan ancaman itu akan dilakukan secara nyata. Contohnya melukai diri sendiri hingga mencoba bunuh diri.

  • Menjalin hubungan yang intens, tetapi tidak stabil

Kondisi ini biasanya ditandai dengan seseorang bisa sangat mencintai seseorang dan tiba-tiba menganggap orang tersebut bersikap kejam atau tidak peduli terhadap dirinya. Anggapan tersebut dapat muncul karena dirinya merasa orang yang dicintainya tidak melakukan hal yang setimpal dengan apa yang ia lakukan kepada pasangannya.

Seperti contohnya ia selalu ada untuk orang yang dicintainya, tetapi jika ia sedang ingin ditemani bersama orang yang dicintainya seseorang tersebut sedang sibuk atau sedang ada kegiatan yang lebih penting. Maka penderita akan beranggapan seseorang yang dicintainya kejam terhadap dirinya dan merasa tidak dipedulikan tetapi di sisi lain ia sangat mencintai orang tersebut.

  • Kesulitan mengontrol emosi

Ketika ada masalah dalam hubungan yang sedang ia jalani, ia sangat sulit mengontrol emosinya. Bahkan sering menunjukkan amarah berlebihan, terkadang munculnya kekasaran secara fisik. Ia merasa sudah dihianati oleh sang kekasih, apalagi penyebabnya jika sang kekasih  melakukan kesalahan yang jelas-jelas tidak disukai penderita gangguan kepribadian ambang ini.

***

Jika Anda atau pasangan memiliki beberapa ciri di atas segeralah konsultasi pada terapis atau konselor profesional untuk membantu menyelamatkan hubungan Anda. Karena orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian ambang cenderung menjadi tidak aman dan posesif. Sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda perilaku posesif ini dan menghentikannya sejak awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *