Posisi Menyusui Terbaik untuk Ibu dan Bayi

Posisi menyusui terbaik dapat mengurangi rasa sakit yang dialami ibu. Bayi pun bisa lebih lancar mengisap. Bayi juga berpotensi cepat kenyang, lalu terlelap. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dipilih ibu, agar menyusui lebih menyenangkan.

Posisi Cradle (Kepala Bayi pada Lekukan Siku Ibu)

Jika menyusui pada payudara kiri, gendong bayi dengan bagian kepalanya tersangga pada lekuk siku kiri. Tangan kiri ibu bisa menyangga bokongnya, sementara tangan kanan membetulkan posisi payudara. Demikian sebaliknya. Posisi ini nyaman untuk bayi yang cukup besar. Sayangnya, mengontrol kepala bayi dalam posisi ini lebih sulit.

Posisi Cross Cradle (Kepala Bayi pada Telapak Tangan Ibu)

Ini adalah posisi menyusui terbaik di minggu-minggu pertama. Jika akan menyusui dari payudara kiri, gendong bayi menggunakan lengan kanan, dan sangga kepalanya dengan tangan kanan. Sementara itu, tangan kiri Anda bisa membantu menyamankan posisi payudara. Demikian pula sebaliknya. Sangga bayi dengan bantal hingga setinggi payudara Anda, agar proses menyusui terasa nyaman.

Posisi Side Lying (Berbaring Menyamping)

Baringkan bayi di samping dan susui. Ibu bisa menahan punggung bayi dengan tangan kanan agar tidak terguling, atau bisa juga dengan meletakkan bantal di belakang. Posisi ini sangat nyaman di malam hari, ketika bayi sudah berusia beberapa bulan. Dengan begitu, ibu juga bisa beristirahat dengan cukup

Posisi Football Hold (Tubuh Bayi di Bawah Ketiak Ibu)

Jika akan menyusu di payudara kanan, sangga bayi dengan bantal di sisi tubuh sebelah kanan ibu. Tepatnya di bawah ketiak. Posisi wajah si kecil menghadap ke atas, kemudian susui. Posisi ini nyaman untuk ibunda yang melahirkan melalui operasi Caesar. Sebab, bayi tidak perlu memberikan beban di perut ibunya.

Menyusui dengan Botol

Jika Anda ingin memberikan susu kepada bayi melalui botol, perhatikan hal-hal berikut ini.

  • Posisikan bayi dan botol dengan tepat:
    Gendong bayi pada posisi yang nyaman, dan tinggikan kepalanya. Jangan memberi bayi minum saat dia berbaring tanpa penyangga kepala. Sebab, susu bisa mengalir ke telinganya dan menyebabkan infeksi. Miringkan botol agar susu masuk ke area dot . Ini untuk mencegah bayi menyedot angin.
  • Jaga kebersihan semua peralatan:
    Pastikan kebersihan botol, dot, dan perlengkapan lainnya. Cuci bersih, dan rendam dalam air panas. Untuk menghangatkan susu dingin, letakkan botol pada air hangat hingga suhunya menjadi suhu ruang. Coba teteskan sedikit pada pergelangan tangan untuk memeriksa suhunya.
  • Beri Variasi Posisi:
    Pindah-pindahkan posisi bayi. Sesekali di kanan, kemudian di kiri. Langkah ini bisa merangsang kemampuan visual dan perkembangan bayi.
  • Konsultasi dengan Ahli Menyusui:
    Jika bayi tak mau menyusu (mungkin karena telah terbiasa menyusu pada ibu), atau Andakesulitan menyusuinya dengan botol, segera berkonsultasi dengan ahli. Menyusui adalah proses yang membutuhkan latihan dan kesabaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *