Segala Hal Tentang Kalori yang Perlu Anda Ketahui

Kita sering merasa bersalah saat mengonsumsi kalori. Padahal, masalahnya hanya bagaimana menyeimbangkan asupannya sesuai dengan intensitas aktivitas Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut, di bawah ini ada beberapa hal yang sering dipertanyakan mengenai kalori:

Apa Itu Kalori?

Kalori adalah ukuran atau satuan energi. Jumlah kalori dalam makanan merupakan ukuran jumlah energi yang akan dihasilkan setelah memakannya. Besar energi itu digunakan tubuh untuk beraktivitas. Termasuk aktivitas metabolisme, mulai dari mempertahankan detak jantung, menyembuhkan luka, sampai membentuk otot.

Ada empat komponen makanan penghasil kalori. Yakni, protein dan karbohidrat (4 kalori per gram), alkohol (7 kalori per gram), dan lemak (9 kalori per gram). Vitamin, mineral, phytochemical, serat dan air tidak memberikan kalori.

Bagaimana Cara Menghitung Kalori yang Masuk untuk Menurunkan Berat Badan?

Untuk menghitung jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh, rumus berikut dapat digunakan: Jika berusia di bawah 30 tahun, kalikan berat badan dengan 6,7; lalu tambah dengan 487. Jika usia 31-60 tahun, kalikan berat badan dengan 4, tambahkan dengan 829. Jika gaya hidupnya tidak aktif, kalikan dengan 1,3. Jika sedikit aktif, kalikan 1,5. Jika cukup aktif, kalikan 1,6. Jika sangat aktif, kalikan 1,9.

Untuk mengurangi sekitar 1 kg berat badan selama sebulan, kurangi 100 kalori dalam sehari, dan tambahkan 100 kalori dalam latihan. Kira-kira sama dengan tak mengoleskan mentega pada roti (jika terbiasa melakukannya), dan jalan 20 menit sehari.

Seberapa Rendah Kalori yang Boleh Dipangkas untuk Menurunkan Berat Badan?

Wanita sebaiknya tidak mengonsumsi kurang dari 1200 kalori sehari. Diet di bawah 1000 kalori bisa meningkatkan risiko menderita batu empedu dan gangguan jantung. Diet itu hanya boleh dijalani penderita obesitas di bawah pengawasan dokter.

Membatasi hingga 1200 juga kurang baik, karena membuat Anda lemas dan tak bisa olahraga. Otot-otot bisa hilang, metabolisme melemah, dan Anda bisa kekurangan nutrisi semacam kalsium dan folat.

Apakah Kalori dari Lemak Lebih Menggemukkan daripada Karbohidrat dan Protein?

Ya. Makanan berlemak lebih cepat disimpan oleh tubuh sebagai lemak. Sedangkan tubuh bekerja lebih keras untuk menjadikan karbohidrat dan protein sebagai lemak. Proses kerja itu bahkan membutuhkan kalori. Contoh, tubuh membakar 3 persen kalori dari mentega. Sedangkan untuk karbohidrat dan protein, dibutuhkan 23 persen.

Jangan menghilangkan asupan lemak seluruhnya. Tubuh juga butuh lemak untuk menjalankan fungsinya, misalnya dalam menyerap vitamin. Lemak tak jenuh semacam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat bagus untuk kesehatan jantung.

Manakah yang Harus Dipangkas untuk Menurunkan Berat Badan, Kalori atau Lemak?

Untuk hasil terbaik, pangkaslah keduanya. Menurunkan asupan kalori akan lebih mudah jika memangkas asupan lemak. Tetapi memangkas lemak hanya efektif menurunkan berat badan jika diiringi sedikit penurunan kalori. 

Apakah Kalori dari Lemak Jenuh Lebih Lama Dibakar daripada dari Lemak Tak Jenuh?

Kemungkinan tidak. Lemak tak jenuh tunggal pada kacang-kacangan dan zaitun dibakar lebih cepat daripada lemak jenuh. Setiap jenis lemak menjalani proses metabolisme secara berbeda. Tetapi lemak dari sebagian besar sayuran dan ikan lebih baik untuk jantung.

Apakah ‘Nol Kalori’ atau ‘Kalori Tersembunyi’ Sama? Tidak. Nol kalori berarti sangat sedikit atau tidak ada nutrisi sama sekali. Sedangkan ‘kalori tersembunyi’ bisa ditemukan dalam makanan apa pun. Misalnya, mentega untuk memasak sayuran di restoran. Jika makan di luar, Anda tidak tahu berapa banyak lemak yang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *