Sejauh Mana Pengaruh Asma terhadap Kehidupan Seksual?

Masalah pengaruh asma pada seks sebenarnya bukan sesuatu yang banyak dibicarakan. Namun, banyak penderita asma yang menemukan bahwa penyakit ini dapat mengganggu aktivitas seks mereka. Sebab, gejalanya bisa menghalangi gairah seksual. Selain itu, penggunaan tenaga selama aktivitas seksual, bisa membuat penderita mengalami sesak napas.

Dalam sebuah penelitian belum lama ini, lebih dari separuh responden mengatakan bahwa asma mengurangi kemampuan mereka untuk menikmati hubungan seksual. Para peneliti yang melakukan penelitian ini mempresentasikan temuan mereka di Toronto pada pertemuan American Thoracic Society, sebuah organisasi kedokteran yang fokus pada penyakit toraks.

Para peneliti ini melihat ada lebih dari 350 orang dewasa yang dirawat karena asma di Rumah Sakit Harlem New York. Para pasien itu mengisi kuesioner yang diberikan untuk mencari dampak asma pada kegiatan seksual mereka. Kuesioner adalah bagian dari wawancara komprehensif tentang asma pasien dan diselesaikan selama tiga minggu setelah perawatan ruang gawat darurat mereka.

Kuesioner ini memiliki beberapa pertanyaan tentang kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukan, seperti menaiki tangga atau kondisi kebersihan perabotan. Pertanyaan seperti ini sangat umum muncul dalam kuesioner penderita asma. Namun, peneliti menambahkan pertanyaan tentang kemampuan pasien untuk berhubungan seks.

Sebanyak 19% responden melaporkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan seksual sama sekali. Sementara itu, ada 258 orang yang aktif secara seksual. Sebanyak 58% dari pasien yang aktif secara seksual ini, menyatakan adanya  keterbatasan fungsi seksual akibat asma.

Hanya 34% responden yang melaporkan tidak mengalami kendala dalam aktivitas seksual mereka. Tanggapan para responden kemudian mengundang pertanyaan lebih lanjut bagi peneliti bernama Ilan Meyer, PhD. Jika seseorang mengalami gejala asma, apakah kesulitan bernapas, membuat hasrat seksual menjadi sebuah kelangkaan? Atau apakah jawaban responden ini berarti bahwa mereka memiliki asma karena adanya aktivitas seks? Apakah adanya perubahan posisi seksual membuat kedekatan fisik penderita asma dengan pasangan akan lebih mudah?

Ini adalah contoh pertanyaan yang dibahas dalam penelitian lanjutan. Sampai penelitian lebih lanjut akan dilakukan, penderita asma harus menyadari, bahwa mungkin ada hubungannya antara kehidupan seks dengan keadaan penyakit mereka ini.

Para responden sebenarnya memiliki penyakit asma yang parah karena mereka dirawat di unit gawat darurat. Temuan ini mungkin tidak berhubungan dengan pasien asma yang memiliki kontrol dengan baik. Temuan ini mungkin dapat menunjukkan bahwa orang dengan asma, harus dapat membuat catatan terhadap setiap adanya penurunan fungsi seksual dan melaporkannya ke dokter. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu adanya indikasi terhadap masalah kesehatan.

Peneliti bernama Jean Ford, MD, mencatat bahwa orang dengan penyakit kronis lainnya juga sering mengalami masalah seksual. Dia mendorong pasien untuk mulai membicarakannya dengan dokter. Sebab, dokter mungkin enggan untuk memulai percakapan tentang seks. Hasil riset ini menjadi jawaban atas dugaan Ford. Sebab, banyak pasiennya yang menyatakan ingin melakukan aktivitas seksual tanpa mengalami asma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *