Selain Skizofrenia Paranoid, Penyakit Kejiwaan Ini Punya Ragam Lain

Skizofrenia paranoid hanyalah salah satu ragam atau jenis dari kelompok besar skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami delusi atau halusinasi.

skizofrenia paranoid

Skizofrenia paranoid sendiri adalah jenis yang paling banyak terjadi. Kondisi ini amat mengganggu, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungan atau orang-orang yang bersinggungan dengannya.

Sebab delusi dan halusinasi tersebut akan selalu membuat penderitanya cemas, curiga, dan menganggap semua yang ada di sekitarnya berpotensi menyerang atau melukainya. Tentu saja ini tidak baik bagi kehidupan sosial bermasyarakat.

Seperti yang sudah disinggung di atas, selain skizofrenia paranoid terdapat ragam atau jenis lain dari skizofrenia, antara lain:

Skizofrenia hebefrenik atau tidak teratur

Skizofrenia hebefrenik ditandai dengan pikiran, pembicaraan, dan perilaku kacau serta tidak logis. Skizofrenia hebefrenik diyakini sebagai bentuk yang paling parah dari skizofrenia, karena individu dengan kondisi ini merasa sangat sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan dan mandi sendiri. Mereka juga dapat menampilkan perilaku yang sangat aneh, seperti memakai beberapa lapis pakaian pada cuaca panas dan menampilkan ekspresi datar.

Skizofrenia katatonik

Skizofrenia katatonik ditandai dengan penurunan aktivitas yang cukup drastis, hingga akhirnya benar-benar berhenti. Penderita skizofrenia katatonik cenderung enggan bergerak dan tidak responsif terhadap dunia sekitar mereka. Postur tubuh atau mimik wajah mereka sering menjadi kaku dan tak lazim.

Orang-orang ini mungkin juga menunjukkan peningkatan gerak berlebihan tanpa tujuan. Pasien skizofrenia katatonik sering pula mengulang-ulang gerakan dan meniru ucapan orang lain. 

Skizofrenia paranoid

Seperti yang sudah dibahas secara sekilas pada awal tulisan, skizofrenia paranoid merupakan bentuk paling umum dari skizofrenia. Dalam subtipe ini, pasien percaya bahwa ada seseorang atau sekelompok orang yang berkomplot melawan mereka atau anggota keluarga mereka.

Kebanyakan individu dengan skizofrenia paranoid mengalami delusi pendengaran, seperti mendengar suara-suara. Beberapa di antara pasien ini bahkan mungkin memiliki delusi suara lebih kuat daripada yang sebenarnya.

Individu ini juga mungkin memiliki keasyikan tidak sehat dengan berbagai cara untuk melindungi diri mereka sendiri. Meski demikian, individu dengan skizofrenia paranoid pada umumnya mampu melakukan aktivitas biasa lebih baik dibanding individu dengan subtipe skizofrenia lainnya.

Skizofrenia residual

Dalam jenis skizofrenia ini, sebagian besar gejala positif atau gejala yang tampak menurun seiring tingkat keparahan. Gejala positif seperti halusinasi atau delusi jarang terjadi atau bahkan berhenti sama sekali. Akan tetapi, justru muncul gejala negatif seperti penurunan psikomotor, penumpulan perasaan, pasif, hingga kurang inisiatif, bahkan kehilangan gairah hidup.

Gangguan skizoafektif

Gangguan schizoafektif merupakan kelainan mental yang ditandai dengan adanya kombinasi antara gejala skizofrenia dan gangguan afektif (perasaan) yang menonjol secara bersamaan. Penderita gangguan ini biasanya mengalami delusi atau halusinasi, kekacauan komunikasi yang bercampur dengan gangguan afektif seperti depresi, kecemasan, amarah, atau histeria.

Kasus subtipe ini lebih langka daripada jenis skizofrenia lainnya. Sayangnya, banyak orang dengan gangguan skizoafektif yang salah didiagnosis sebagai gangguan bipolar atau skizofrenia karena gejalanya yang sulit dibedakan.

***

Penyakit atau isu kesehatan mental dan kejiwaan mental di Indonesia masih begitu kabur. Hal ini memungkinkan khalayak sulit atau bahkan tidak bisa membedakan dan mengidentifikasi kondisi tersebut. Padahal, ada banyak sekali macam penyakit atau gangguan mental kejiwaan di dunia ini.

Seperti skizofrenia, contohnya. Dari satu macam penyakit atau gangguan saja terdapat beragam tipe. Jadi, semoga artikel ini bisa membantu Anda membedakan atau mengidentifikasi kondisi seseorang. Apakah dia mengalami skizofrenia paranoid, jenis skizofrenia lain, atau malah mengidap gangguan mental atau kejiwaan lain, seperti bipolar, misalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *