Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 24 Bulan

Di ulang tahun kedua balita Anda, si kecil akan semakin aktif dan pintar. Ia mungkin sering bertanya-tanya tentang berbagai hal yang ia jumpai dan temui di lingkungannya sehari-hari.

Perilakunya juga mulai berubah, dari yang semula anak manja dan manis, sekarang mulai mandiri dan “memberontak” untuk melakukan keinginannya sendiri. Dengan kesabaran ekstra dan rutinitas yang konsisten, perkembangan anak 24 bulan dapat terus didukung penuh oleh orang tua

Perkembangan Anak 24 Bulan

Anak usia 2 tahun bisa dikatakan merupakan masa emas pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Anak akan sering merasa lapar, terutama bagi balita yang “picky eater” alias suka pilih-pilih makanan.

Anak 24 bulan membutuhkan sekitar 1.000-1.200 kalori per hari. Jumlah kalori ini termasuk makan 3x dan 2x makanan selingan atau camilan. Camilan sebaiknya diberikan yang bernutrisi dan sehat, seperti setengah cangkir sereal atau biskuit.

Selain itu, Anda juga bisa memberinya beberapa contoh camilan sehat sebagai berikut:

  • Irisan stroberi atau apel
  • Biskuit gandum utuh
  • Potongan kecil keju
  • Saus apel
  • Yogurt rendah lemak
  • Setengah cangkir susu rendah lemak

Pertimbangkan pula untuk memberikan jenis makanan yang tinggi serat dan protein, sehingga balita akan merasa kenyang lebih lama dan tidak akan rewel karena sering lapar.

Biarkan saja anak terus mencoba makanan baru, dan tidak perlu dipaksa. Jangan mengubah waktu makan menjadi arena perdebatan atau memarahi anak yang justru bisa membuatnya trauma dan enggan untuk makan.

Tips Mendukung Perkembangan Anak 24 Bulan

  • Meski anak yang tantrum membuat Anda malu dan emosi, tetaplah tenang. Tarik napas dalam-dalam, tinggalkan ruangan dan baru kembali jika Anda sudah bisa tenang menghadapi si kecil.
  • Jangan menjadwalkan kegiatan yang berpapasan dengan rutinitas anak. Misalnya, membuat acara dekat waktu tidur siang atau waktu makan yang berpotensi membuat anak rewel.
  • Perkembangan anak 24 bulan umumnya masih membutuhkan tidur siang 1-3 jam setiap hari. Sebaiknya, atur waktu tidur siang agar tidak terlalu dekat dengan jam tidur malam agar anak lebih mudah tidur malam.
  • Beberapa anak tiba-tiba terbangun di malam hari dan menangis kencang. Untuk mencegah “teror malam” tak terduga ini, pastikan anak tidak terlalu letih saat bermain atau beraktivitas berlebihan.
  • Batuk adalah hal yang normal pada batita. Namun jika anak batuk hingga beberapa minggu, Anda harus membawanya ke dokter.
  • Perbanyaklah waktu anak bermain di luar rumah agar bisa tetap aktif dan mengeluarkan energi.
  • Sajikan makananya dalam bentuk dipotong-potong agar anak bisa lebih mudah makan sendiri dan mencegah risiko tersedak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *